Apatis Pemkot Pagar Alam, Warga Talang Sawa Patungan Cor Jalan Rusak

fatihnews. Id PAGAR ALAM Sumatra Selatan  – Lambannya respons Pemerintah Kota (Pemkot) Pagar Alam dalam membenahi infrastruktur publik memicu kekecewaan mendalam bagi masyarakat. Alih-alih menikmati fasilitas dari pemerintah, warga Perumnas Talang Sawa, Kelurahan Bangun Rejo, Kecamatan Pagar Alam Utara, terpaksa merogoh kocek pribadi dan turun ke jalan untuk melakukan perbaikan secara swadaya.

​Pada Minggu malam (7/6/2026), puluhan warga RT 09/RW 04 bahu-membahu mengecor sejumlah titik lubang menganga di akses utama permukiman mereka. Aksi gotong royong ini sengaja digelar malam hari demi menghindari kemacetan sekaligus meminimalisasi risiko kecelakaan bagi pengendara yang melintas.

​Jalan yang rusak parah selama bertahun-tahun ini sejatinya merupakan urat nadi mobilitas dan penggerak ekonomi warga setempat. Namun, meski keluhan dan usulan perbaikan telah berulang kali dilayangkan ke dinas terkait, kondisi di lapangan tak kunjung berubah. Jalan tersebut seolah luput dari skala prioritas pembangunan daerah.

​“Ini bentuk tamparan sekaligus kepedulian kami. Jalan ini akses penting, kalau rusak yang susah kita semua. Sudah berkali-kali kami sampaikan ke dinas terkait, tapi tidak ada tindakan konkret. Jadi kami sepakat bergerak sendiri,” ujar Ahmad Supriatin, perwakilan warga, Senin (8/6/2026).

 

​Senada dengan Ahmad, warga lainnya bernama Feb, menegaskan bahwa aksi patungan dan kerja bakti ini lahir dari rasa jengah atas pembiaran yang terjadi. Ia berharap aksi nyata warga ini mampu “membuka mata” para pemangku kebijakan di Pemkot Pagar Alam.

​“Kami tidak bisa terus-menerus menunggu janji manis. Infrastruktur seserius ini tampaknya belum menjadi prioritas bagi Pemerintah Kota Pagar Alam. Kami berharap aksi ini bisa menyentil pihak terkait untuk segera bertindak,” tegas Feb.

 

​Aksi swadaya ini menjadi potret kontras antara tingginya semangat kebersamaan warga dengan minimnya kehadiran negara dalam pemenuhan hak fasilitas publik. Kini, warga Perumnas Talang Sawa hanya bisa berharap aksi protes senyap melalui pengecoran mandiri ini direspons serius oleh Pemkot Pagar Alam, agar roda ekonomi masyarakat tidak terus terhambat oleh infrastruktur yang bobrok.

Pewarta  Editor : Bk Tim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PAGE TOP