Irigasi Jembatan Beringin Lumpuh: Sawah di Belakang RSUD Besemah Pagar Alam Utara Jadi ‘Padang Kering’

Fatihnews.id PAGAR ALAM, SUMATERA SELATAN – Ironi besar tengah terjadi di jantung Kecamatan Pagar Alam Utara. Tepat di belakang RSUD Besemah, yang merupakan fasilitas publik vital, puluhan hektare lahan persawahan kini sekarat. Penyebabnya tunggal: hancurnya saluran irigasi di bawah Jembatan Beringin yang dibiarkan tanpa perbaikan selama empat bulan terakhir.

​Kondisi ini bukan lagi sekadar kerusakan teknis, melainkan ancaman nyata bagi kedaulatan pangan lokal di wilayah Pagar Alam Utara.

​Dampak Nyata: Sawah Belakang RSUD Besemah Terancam Musnah

​Area persawahan di belakang RSUD Besemah selama ini dikenal sebagai salah satu lumbung padi di wilayah tersebut. Namun, pantauan di lokasi menunjukkan pemandangan yang kontras dengan visi kemakmuran tani:

​Tanah Retak dan Tandus: Tanpa pasokan air dari irigasi Jembatan Beringin, lahan di belakang rumah sakit tersebut kini mengeras dan retak.

​Alih Fungsi Paksa: Petani yang biasanya menanam padi kini terpaksa beralih menanam jagung ayam atau membiarkan lahan ditumbuhi semak belukar demi menghindari kerugian total.

​Kelumpuhan Ekonomi: Ratusan kepala keluarga petani yang menggantungkan hidup pada aliran air di area ini kehilangan pendapatan utama mereka sejak awal tahun.

​Poin Kritis: Kelalaian yang Terstruktur?

​Masyarakat mempertanyakan mengapa kerusakan di titik sedemikian strategis—berada di jalur utama Kepahiang-Pagar Alam dan dekat dengan pusat layanan kesehatan—bisa terabaikan hingga 120 hari.

​”Ini lokasi yang sangat terbuka, semua orang lewat sini, pejabat pun lewat sini. Tapi kenapa penderitaan petani di belakang RSUD Besemah ini seolah tidak terlihat? Irigasi ini jantungnya sawah kami,” keluh salah satu petani setempat.

​Bukti Visual Kerusakan Parah

​Hasil investigasi mendapati bahwa sumber masalah berada tepat di bawah struktur Jembatan Beringin:

​Dinding Irigasi Jebol: Struktur utama penahan air runtuh, membuat air tumpah sia-sia ke sungai dan tidak mengalir ke saluran distribusi menuju area RSUD.

​Sedimentasi dan Sampah: Puing-puing material yang runtuh menutup lubang aliran, diperparah dengan tumpukan sampah yang menyumbat total akses air.

​Desakan Untuk Pemkot Pagar Alam

​Warga dan petani menuntut Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Pagar Alam segera turun tangan melakukan normalisasi. Area di belakang RSUD Besemah tidak boleh dibiarkan menjadi monumen kegagalan pemerintah dalam menjaga infrastruktur pertanian.

​Jika tidak segera diperbaiki, bukan tidak mungkin lahan produktif di Pagar Alam Utara ini akan hilang selamanya, berganti menjadi lahan terlantar akibat ketiadaan akses air yang menjadi hak dasar petani.

​Pewarta Editor : Bk

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PAGE TOP