Fatihnews.id | BANYUASIN — Kondisi udara di Kecamatan Tanjung Lago, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, terus memburuk akibat kabut asap tebal yang dipicu oleh kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sekitar kawasan Gasing.
Asap pekat yang menyelimuti wilayah ini terpantau paling parah terjadi pada waktu pagi dan sore hari.
Dampak buruk kualitas udara ini membuat Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuasin memperpanjang kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau sekolah secara daring bagi seluruh siswa di wilayah tersebut.
Sebelumnya, kegiatan belajar mengajar tatap muka telah ditiadakan dan dialihkan ke sistem daring sejak tanggal 18 hingga 26 September 2026. Karena kualitas udara tak kunjung membaik, masa PJJ sempat diperpanjang hingga 30 September, dan kini kembali diperpanjang hingga 4 Oktober 2026.
Hingga saat ini, pihak berwenang belum dapat memastikan apakah kegiatan belajar tatap muka dapat kembali normal setelah tanggal tersebut atau harus kembali diperpanjang.
Kendala Pembelajaran Daring di Lapangan
Penerapan PJJ di tengah keterbatasan sarana dan prasarana menimbulkan berbagai kendala pelik bagi para tenaga pendidik maupun orang tua murid.
Ibu Hestiyani, S.Pd., Gr., salah seorang guru di SDN 7 Tanjung Lago, mengungkapkan bahwa tantangan terbesar dalam pelaksanaan sekolah daring adalah keterbatasan perangkat pendukung serta pengawasan di rumah.
“Banyak wali murid tidak punya HP untuk daring. Ada juga orang tua yang bekerja di luar, jadi anaknya di rumah tapi orang tuanya tidak ada, sehingga sulit bagi anak untuk mengerjakan tugas yang saya berikan,” ujar Hestiyani.
Keluhan senada juga disampaikan oleh para orang tua murid. Salah seorang wali murid, Ibu Ass, mengaku kewalahan harus membagi waktu antara mengurus pekerjaan rumah tangga sekaligus mendampingi anaknya belajar secara daring. Ia berharap kondisi udara dapat segera pulih sehingga aktivitas pendidikan dapat berjalan normal kembali.
“Saya jadi ikut repot, belum lagi mengerjakan pekerjaan rumah dan harus mendampingi anak belajar daring. Harapannya ya cuaca cepat membaik biar anak saya bisa sekolah lagi seperti biasa,” ungkapnya.
Masyarakat Tanjung Lago dan para wali murid kini terus memantau perkembangan cuaca serta menunggu instruksi resmi berikutnya dari Dinas Pendidikan terkait kepastian jadwal masuk sekolah tatap muka demi kesehatan dan keselamatan para siswa.
(Ryan)












