Fatihnews. If MUARA ENIM Sumatra Selatan – Ketua Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (AKPERSI) Kabupaten Muara Enim, Hendra Jaya Saputra, melontarkan kritik tajam terhadap pengelolaan Terminal Regional Muara Enim. Ia menilai kondisi fasilitas publik tersebut saat ini sangat memprihatinkan dan terkesan dibiarkan kumuh, Kamis (16/04/2026).
Sebagai pimpinan organisasi wartawan, Hendra menegaskan bahwa dirinya memiliki tanggung jawab moral untuk menyoroti kinerja pelayanan publik yang dianggap jalan di tempat.
”Retribusi Dipungut, Kenapa Terminal Tak Terurus?”
Hendra menyoroti adanya ketimpangan antara pemasukan daerah dan realitas di lapangan. Menurutnya, setiap bulan pihak pengelola rutin menarik retribusi dari bus-bus perusahaan maupun kendaraan yang beroperasi di area terminal.
”Uang retribusi dipungut setiap bulan, anggaran perawatan dari negara juga ada. Lantas, ke mana perginya dana itu? Mengapa wajah terminal kita justru terbengkalai seperti tidak ada penghuninya?” tegas Hendra.
Tuntutan Transparansi dan Evaluasi
Kondisi lingkungan yang tidak terawat ini memicu pertanyaan besar terkait transparansi penggunaan anggaran pemeliharaan. Hendra meminta pihak-pihak terkait untuk tidak main-main dalam mengelola fasilitas milik negara.
Pewarta : DPC Akpersi Pagar Alam












