Menolak Lupa Warisan Sang “Bapak Pembangunan” di Hari Jadi Kota Pagar Alam ke-25

fatihnews. Id PAGAR ALAM, Sumatra Selatan – Kota Pagar Alam resmi menginjak usia yang ke-25. Di balik momentum perayaan perak ini, ingatan publik tak lepas dari sosok Almarhum H. Djazuli Kuris, Walikota pertama sekaligus tokoh yang dijuluki sebagai “Bapak Pembangunan” Pagar Alam.
Sebagai kota otonom yang awalnya berstatus kecamatan, perubahan wajah Pagar Alam tidak terlepas dari fondasi kuat yang diletakkan oleh Djazuli Kuris selama masa jabatannya pada periode 2003–2013. Namun, di usia yang seperempat abad ini, tidak sedikit masyarakat yang merefleksikan kembali sejauh mana akselerasi pembangunan kota sepeninggal beliau.
Djazuli Kuris dikenal masif dalam melakukan terobosan infrastruktur. Berikut adalah sejumlah warisan infrastruktur utama yang menjadi tonggak sejarah kemajuan Pagar Alam:
<span;>1. Bandara Atung Bungsu
Infrastruktur transportasi udara ini menjadi salah satu capaian paling monumental. Kehadiran Bandara Atung Bungsu berhasil membuka aksesibilitas wilayah, sekaligus menghubungkan Pagar Alam secara langsung dengan kota-kota besar di Nusantara.
<span;>2. Kompleks Perkantoran Gunung Gare
Pusat pemerintahan kota ini dirancang secara terpadu dan tertata sejak awal berdirinya daerah otonom. Langkah ini terbukti berhasil memudahkan pelayanan publik serta mengefektifkan tata kelola birokrasi.
<span;>3. Akses Jalan dan Jalur Lingkar
Pada masanya, terjadi pembukaan dan pelebaran akses jalan raya secara drastis. Salah satu terobosan utamanya adalah perintisan jalan dua jalur yang berfungsi mengurai kepadatan di pusat kota.
<span;>4. Fasilitas Pariwisata Gunung Dempo
Pengembangan kawasan wisata di kaki Gunung Dempo digenjot secara serius, termasuk pembangunan Villa Pagar Alam sebagai sarana akomodasi utama bagi para pelancong.
<span;>5. Area Perkebunan dan Lingkungan
Beliau juga menjadi pelopor program penghijauan ikonik, seperti gerakan One Man One Tree. Penanaman ratusan pohon di kawasan perbukitan ini berfungsi sebagai paru-paru kota sekaligus penahan erosi.
Sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi luar biasa tersebut, Pemerintah Kota Pagar Alam telah mengabadikan nama H. Djazuli Kuris sebagai nama jalan khusus di kawasan perkantoran Gunung Gare.
<span;>Pesan Terakhir Sang Pionir untuk Pemimpin Penerus
Semasa hidupnya, H. Djazuli Kuris kerap menitipkan pesan mendalam agar seluruh elemen masyarakat dan pemimpin penerusnya tetap bersatu menjaga kekompakan demi melanjutkan pembangunan di segala bidang.
Ada tiga aspek utama yang selalu menjadi fokus dan pesan beliau:
Pembangunan Sektor Pariwisata: Beliau sangat menekankan agar masyarakat dan pemerintah terus memajukan sektor pariwisata Pagar Alam sebagai motor penggerak ekonomi demi meningkatkan kesejahteraan warga.
Menjaga Kekompakan dan Kearifan Lokal: Almarhum mengingatkan pentingnya merawat tali silaturahmi, rasa kekeluargaan, dan semangat gotong royong agar roda pemerintahan dapat berjalan selaras dengan nilai-nilai lokal.
Melanjutkan Program Pro-Rakyat: Pemimpin selanjutnya diharapkan mampu mengoptimalkan program yang sudah berjalan serta merancang kebijakan baru yang dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat Besemah.
Di usia ke-25 ini, tantangan bagi para pemimpin penerus Kota Pagar Alam adalah bagaimana menjaga api semangat sang “Bapak Pembangunan” agar kota ini tidak jalan di tempat, melainkan terus bergerak maju menjawab tantangan zaman.

Rilis : DPC AKPERSI
Pewarta : Bk

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PAGE TOP