fatihnews. Id LAHAT Sumatra Selatan — Desa Bantunan, Kecamatan Pajar Bulan, Kabupaten Lahat, merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 dengan penuh suka cita dan kemeriahan. Berbagai kegiatan perlombaan rakyat digelar, salah satunya yang paling menyita perhatian adalah lomba bola kaki pakai sarung.
Lomba yang diikuti oleh warga setempat ini sukses mengundang gelak tawa penonton. Alih-alih mengenakan pakaian olahraga biasa, para peserta diwajibkan memakai sarung selama pertandingan berlangsung, membuat aksi perebutan bola menjadi sangat unik, kocak, dan penuh tantangan.
Refleksi Perjuangan Kemerdekaan
Di balik gelak tawa dan keseruan perlombaan ini, tersimpan makna mendalam. Aksi berlari dan mengiring bola dengan ruang gerak yang terbatas akibat kain sarung merefleksikan betapa beratnya perjuangan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan Republik Indonesia. Rintangan dan keterbatasan tidak menyurutkan semangat juang, sama seperti antusiasme warga yang tetap tinggi demi merayakan hari kemerdekaan.
Apresiasi Tinggi dari Kepala Desa
Kepala Desa Bantunan, Efri Yudi Agustan, memberikan apresiasi yang luar biasa terhadap antusiasme warganya. Ia mengungkapkan kebanggaannya melihat tingkat partisipasi masyarakat yang mencapai 90 persen dari total kepala keluarga di desa Bangunan ini .
“Bola kaki ini bukan sekadar hobi, tetapi juga olahraga yang mengedukasi, melatih kesabaran, dan keterampilan. Kami berterima kasih kepada seluruh warga Desa Bantunan yang telah mendukung kesuksesan acara ini,” ujarnya.
“Kebersamaan ini harus terus dijaga, tidak hanya saat HUT RI, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari,” tegas Kepala Desa.
Gotong Royong dan Dukungan Dana
Suksesnya berbagai rangkaian perlombaan rakyat ini tentu tidak lepas dari kerja keras panitia serta dukungan berbagai pihak. Saat ditanya terkait sumber dana yang digunakan untuk menyukseskan acara tersebut, Uus Surianto, selaku Ketua Karang Taruna Desa Bantunan, memberikan penjelasan.
“Kalau pendanaan ini tidak terlepas dari bantuan dana dari Kepala Desa serta swadaya masyarakat,” tegas Uus Surianto.
Antusiasme masyarakat terlihat sangat tinggi, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa tumpah ruah di lapangan untuk memberikan dukungan kepada tim jagoan mereka masing-masing. Rangkaian perayaan kemerdekaan yang sarat kebersamaan ini diharapkan terus menumbuhkan jiwa nasionalisme serta kecintaan terhadap tanah air di tengah masyarakat Desa Bantunan.
Liputan Editor : Andi/Bk












